Unit IV

Unit 4
Kekuatan menulis pengenalan
Ketika kamu menulis, apa cara yang terbaik untuk memulai? Banyak siswa memulai dengan kalimat sederhana, sepeti “saya akan menulis tentang kampong halaman saya”, atau mereka tidak menggunakan pengenalan khusus sama sekali. Disini ada 6 cara untuk menulis pengenalan dengan lebih baik.
1) Melunis tentang pemasalahan
Semua orang punya masalah! Sebagian energy kita setiap hari dihabiskan untuk mencoba memecahkan permasalahan. Dari awal kamu menulis dengan masalah, otomatis kamu menghubungkan kepada pembaca untuk mencaro solusi. Pembaca akan mengawali untuk berpikir tentang bagaimana mereka mungkin memecahkan masalah atau bertanya – Tanya apa solusi yang ada dipikiran mu. Tapi hati-hati untuk tidak mengambil terlalu banyak waktu pada masalah itu sendiri. Ini merupakan pengantar, bukan tubuh dari tulisan anda.

2) Menulis tentang cerita atau memulai dengan lelucon.
Sebuah cerita yang sangat singkat atau lelucon yang menggambarkan ide utama anda juga dapat memancing pembaca. Gunakan rincian jelas dan deskripsi yang jelas untuk menarik indera pembaca anda dan perasaan. Sebagai contoh, jika kamu ingin pembaca untuk berhenti merokok. gambarkan effek yang menyakitkan dari orang tua yang tidak mampu untuk menghentikan batuk, tidak bisa bernafas bebas. Jika anda menulis tentang sebuah tempat menarik. Gambarkan apa pembaca akan melihat apa yang akan mereka dengar, apa yang akan mereka rasa sehingga mereka hampir bisa merasakan mereka disana. Sebuah lelucon, jika itu benar-benar sesuai topic, juga bisa membuat pembaca anda lebih menerima ide-ide anda.



3) Mulailah dengan pertanyaan.
Ini adalah salah satu cara termudah untuk memulai. Namun berhati-hatilah untuk tidak menggunakan pertanyaan – pertanyaan yang terlalu sederhana. Jika semua orang sudah tahu jawabanya, mereka tidak tertarik pada apa yang anda tulis berikutnya.ingat anda harus membuat mereka berpikir. Apakah kamu ingin makan “tidak sangat menarik. Namun.”? Apakah anda pernah menghabiskan lebih dari $100 dolar untuk satu kali makan?” akan membuat pembaca anda mulai bermimpi.

4) Menulis pertanyaan dengan huruf tebal atau menggunakan statistic yang menarik.
Jika kamu memulai dengan sesuatu seperti, “Di Amerika Serikat, lima puluh persen dari semua pernikahan berakhir dengan perceraian!”. Pembaca anda akan ingin tahu sudut pandang anda tentang topic ini. Kamu dapat melihat statistic di warnet hanya tentang topic apapun, jadi pergilah ke sana!

5) Memulai dengan kutipan dari orang penting
Pengantar semacam ini memiliki dua keuntungan. Sama dengan semua cara, membawa pembaca untuk berpikir tentang apa yang akan kamu katakan selannjutnya. Selain itu. Kata-kata orang yang penting memiliki kemampuan untuk membujuk orang banyak.”jika Bill Gates mengatakan, itu mungkin benar”. Banyak orang akan berpikir.

6) Menulis tentang informasi latar belakang yang diperlukan.
Ini bukan cara yang menarik untuk memulai. Tapi kadang-kadang untuk membantu pembaca anda sebelum memulai. Beberapa topic akan terlalu sulit bagi pembaca untuk mengikuti tanpa bantuan, sehingga anda mungkin harus memberikan informasi dasar pertama. Jika memungkinkan. Cobalah untuk menulis tentang informasi ini menggunakan salah satu dari lima cara di atas.


Bookmark and Share

Read more...

unit III

Unit 3
Mempersiapkan semuanya.
Dengan persiapan dan rencana yang baik kita akan percaya diri penuh dan kurang rasa gugup. Dan audien akan merasa yakin. Penonton kita juga akan merasa percaya diri mereka akan percaya diri pada diri kita. Dan ini akan memberikan kita control. Mengendalikan audiens kita dan presentasi. Dengan pengendalian. Kita akan bertanggung jawab dan audien kita akan mendengarkan pesan positif kita.
Tujuan
Sebelum kita mulai untuk persiapan presentasi, kita seharusnya bertanya pada diri sendiri: “kenapa saya membuat presentasi ini?” kita butuh untuk mengkonfirmasikan, untuk membujuk. Untuk melatih atau menjual? Tujuan kita seharusnya jelas dalam pikiran kita. Jika tidak dalam pikiran kita. Itu tidak mungkin jelas bagi pendengar kita.
Audiens
“Untuk siapa saya membuat presentasi ini”. Kadang-kadang ini akan jelas, tapi selamanya tidak. Kita seharusnya mencoba untuk mengkonfirmasikan diri kita sendiri. Berapa banyak orang ? siapa mereka? Orang bisnis? Orang professionak?orang politik, orang ahli atau tidak? Apakah ini akan menjadi kelompok kecil, group intim (akrab) terdiri dari empat orang atau pertemuan besar 400 kompetitor? Barapa banyak yang mereka sudah tahu dan apa yang akan mereka lakukan dari kita?
Tempat / sarana
“dimana kita akan membuat presentasi ini”? dihotel kecil, ruangan tamu atau gedung petemuan? Fisilitas dan peralatan apa yang tersedia? Apa pengaturan tempat duduk?
Lamanya waktu
“Ketika saya membuat presentasi ini dan itu bagaimanya lamanya?” akankah 5 menit atau satu jam? sebelum makan siang, akankah ketika audiens kita sedang lapar, atau sesudah makan siang, ketika audiens kita merasa ngantuk?
Metode
“harus bagaimana saya membuat presentasi ini?” apa seharusnya kita menggunakan pendekatan? Resmi atau tidak resmi? Atau hanya bebepa banyak alat bantu visual? Akankah kita masukan beberapa lelucon dan humor?

Isi
“apa yang seharusnya saya bicarakan?” sekarang kita harus memutuskan persis apa yang ingun dibicarakan. Pertama, kita harus bertukar pikiran. Kita akan tidak diragukan lagu untuk menemukan banyak pokok pikiran yang ingin kita sertakan pada presentasi kita. Tapi kita harus selektif. Kita harus hanya sertakan informasi relevan kepada audiens kita dan tujuan kita. Kita harus mengecualikan semua pokok pikiran. Kita juga butuh membuat judul untuk presentasi kita (jika kita belum punya memberikan judul). Judul akan memberikan pertolongan kita untuk focus pada subjek. Dan kita akan akan mempersiapkan alat bantu kami, jika kita memutuskan untuk mempergunakan mereka. Tapi ingat. Pada umumnya, kurang lebih baik (sedikit lebih baik daripada banyak). Kita dapat selalu memberikan tambahan informasi selama pertanyaaan setelah presentasi.
Terstruktur
Sebuah presentasi terorganisir dengan struktur yang jelas lebih mudah penonton untuk mengikuti. Oleh karena itu lebih efektif. Kita harus mengorganisir point kita harapkan untuk membuat urutan masuk akal. Kebanyakan presentasi terorganisir 3 bagian, ikuti dengan pertanyaan.
Awal Perkenalan pendek • Selamat datang para pendengar.
• Pengenalan subjek kita.
• Menjelaskan struktur presentasi kita.
• Menjelaskan garis besar untuk pertanyaan.
Pertengahan Tubuh presentasi Menghadirkan presentasi itu sendiri
Akhir Kesimpulan pendek • Meringkas presentasi kita.
• Beterima kasih pada audiens kita
• Mengajukan pertanyaan.
Quentions and Asnwars
Catatan
Ketika kita memberikan presentasi. Kita seharusnya tampak secara spontan mungkin. Kita harus tidak membaca presentasi kita! Kita harus akrab dengan subjek dan dengan informasi itu kita ingin menyampaikan bahwa kita tidak perlu membaca teks. Membaca teks membosankan! Membaca teks akan membuat audiens mengantuk! Jadi jika kita tidak perlu membaca, bagaimana kita bisa ingat untuk mengatakan beberapa hal yang kita butuhkan untuk berbicara? Dengan catatan. Kita dapat membuat system catatan sendiri. Beberapa orang membuat catatan kecil. Seukuran kartu A6. Beberapa orang mencatat hanya bagian judul dari setiap bagian dari pembicaraan mereka. Beberapa orang mencatat kata kunci untuk mengingat. Catatan akan memberikan kita kepercayaan diri, tapi karena kita mempersiapkan presentasi kita secara penuh, kita tidak dapat mungkin membutuhkan tersebut!
latihan
latihan merupakan bagian penting dari persiapan. Kita harus meninggalkan waktu untuk mempraktekan presentasi kita dua atau tiga kali. Ini akan memberikan keuntungan sebagai berikut :
• Kita akan menjadi lebih mengenal dengan apa yang kita ingin bicarakan.
• Kita akan mengidentifikasi kelemahan dalam presentasi kita.
• Kita akan mampu mempraktekan ucapan yang sulit.
• Kita akan mampu memerikas waktu presentasi kita mengambil dan menjadikan modifikasi yang kita perlukan.
Jadi persiapan, persiapan, persiapan! Segalanya persiapan : kata, alat bantu visual, waktu, dan peralatan. Latih presentasi anda beberapa kali dan apakah sudah tepat? Apakah kita benar-benar mengenal dengan semua ilustasi presentasi kita? Apakah mereka dengan urutan yang benar? Apakah kita tahu siapa audiens kita? Berapa banyak mereka? Berapa yang akan menjawab pertanyaan sulit? Apakah kita tahu ruang? Apakah kita yakin tentang peralatan tersebut? Ketika kita menjawab semua pertanyaan, kita akan percaya diri sepeti pembicara yang antusias untuk mengkomunikasikan subyek presentasi kita untuk audiens bersemangat. Table berikut menunjukan beberapa contoh bahasa untuk masing – masing fungsi. Kita dapat membutuhkan untuk modifikasi bahasa yang sesuai.
Fungsu Bahasa yang mungkin
Selamat Datang Para Audiens • Selamat Pagi, Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak.
• Selamat Pagi Bapak-Bapak.
• Selamat Siang, Ibu-Ibu dan Bapak-bapak.
• Selamat Siang, Semuanya.
Memperkenalkan Subyek kita • Saya akan membicarakan hari ini tentang….
• Tujuan dari presentasi saya adalah untuk memperkenalkan kisaran baru ….
Menguraikan sturkture kita • Untuk mulai saya akan memperkenalkan kemajuan dari tahun ini.kemudian saya akan menyebutkan beberapa masalah yang kami temui dan bagaimana kita bisa untuk mengatasinya. Setelah itu saya akan mempertimbangkan kemungkinan untuk pertumbuhan lebih lanjut tahun depan. Akhirnya saya akan meringkas presentasi saya (sebelum menyimpulkan dengan beberapa rekomendasi).
Memberikan instruksi tentang petanyaan – petanyaan. • Jangan merasa ragu untuk menyela saya jika anda punya pertanyaan.
• Saya akan mencoba menjawab semua pertanyaan anda setelah presentasi ini.
• Saya berencana untuk menjaga beberapa waktu untuk pertanyaan setelah presentasi ini.


Bookmark and Share

Read more...

Bhs. Inggris Berbicara di depan umum II

Unit 2
Berbicara di depan umum (2)-bagaimana memberikan pidato benar
Kebanyakan kesuksesan semua seorang di dunia sangat baik “berbicara di depan umum”. Mereka mengerti bagaimana untuk berdiri di depan orang banyak dan memberikan “pidato formal”. Mereka mengerti bagaimana untuk menggerakan orang, bagaimana caranya mendapatkan mereka untuk mengambil tindakan. Itu tidak mudah untuk melakukannya, tapi kita dapat mempelajari dasar berbicara depan umum dalam bagian ini.
Untuk berbicara baik, kita butuh untuk memulai dengan dua hal. Pertama, kita harus mempunyai tujuan jelas. Kita harus sangat yakin tentang apa yang kita inginkan untuk berkomunikasi. Kedua, kita harus mengetahui siapa audiens kita. Ketika kita mengetahui siapa audiens kita. Kita dapat menemukan cara yang baik untuk berkomunikasi pesan kita kepada mereka. Kita tidak harus berbicara kepada kelompok pengusaha cara sama kita akan berbicara kepada kelompok siswa.
Ketika kita akan memperjelas tentang tujuan kita dan mempunyai beberapa pokok pikiran siapa yang kita inginkan untuk berkomunikasi pesan, kita dapat memulai menjadi lebih spesifik. Supaya berhasil kebanyakan orang membutuhkan waktu luang untuk mempersiapkan pidato mereka. Beberapa khusus pendengar dapat berbicara tanpa rencana pasti. Tapi untuk hampir semua kita. Perencanaan mutlak adalah mutlak. Rencana kita harus mencakup setiap titik penting yang kita inginkan untuk audience kita. Kita dapat memulai buat daftar sesiap hal yang ingin kita bicarakan.
Kita dapat membayangkan berbicara hanya untuk satu orang, yang memiliki percakapan normal. Apa yang akan kita katakan kepada orang untuk menyampaikan pesan kita?
Mencatat setiap hal pokok pikiran penting sampai kita yakin kita memiliki segalanya.
Ketika kita mempunyai daftar, semua hal yang kita inginkan untuk berbicara, kita kemudian dapat mengatur pembicaran kita. Ketika kita memiliki percakapan normal, kita dapat melompat dari satu pokok pikiran ke ide lainya. Dalam percakapan, pendengar kita dapat meberhentikan kita dan mengajukan pertanyaan, atau kita dapat melihat diwajah mereka jika kita tidak dikomunikasikan dengan jelas. Dalam percakapan formal, bagaimanapun kita harus mengantisipasi setiap kemungkinan masalah. Cara untuk mengatasi hilang komunikasi adalah berbicara satu ide pada suatu waktu. Sementara perencanaan, pada waktu mengambil ide masing-masing dan menuliskan contoh yang spesifik untuk menunjukan keyakinan yang kita maksud.
Setelah kita sudah mencatat contoh atau penjalasan pada suatu titik point kita, kita dapat berpikir tentang bagaiman berkomunikasi dengan mereka. Pendengar kita harus berkonsentrasi untuk waktu lama. Mendapatkan semua pokok pikiran kami sangat melelahkan. Dengan membuat transisi jelas dari satu pokok pikiran ke selanjutnya. Kami akan memberi pertolongan kepada pendengar kita, dan pastikan mereka benar-benar mengerti pesan kita.

Apa yang dimaksud dengan transisi yang baik? Setiap kalimat atau ungkapan akan menunjukan bahwa kita akan bergerak kesesuatu yang baru. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan transisi dalam artikel ini. Saya mulai dari paraghrap ketiga artikel ini “ ketika kita jelas tentang tujuan kita”, yang menghubungkan paragraph ketiga dengan yang kedua. Setelah berbicara tentang daftar pokok pikiran didalam paragraph ketiga. Saya mulai paraghraf keempat dengan “ketika kita menyusun daftar”, jadi kita dapat menghubungkan lagi.
Sekarang kita harus memiliki daftar item yang kita inginkan untuk berkomunikasi, dengan contoh – contoh spesifikasi dan penjelasan. Selan itu kita tahu bagaimana kita ingin menghubungkan masing-masing pokok pikiran sehingga kita dapat bergerak lancar saat berbicara. Berikutnya kita butuh berpikir untuk perkenalan yang baik. Pembukaan pidato akan baik mendapatkan perhatian dari pendengar kita atau membuat mereka mengantuk. Untuk mendapatkan perhatian orang, kita butuh untuk memulai dengan “pancingan”. Pancingan dapat menjadi pertanyaan sederhana. Atau dapat membuat mereka berfikir tentang apa yang akan kita katakana selanjutnya. Jenis lain pancingan.
Jadi setelah kita mendapatan perhatian dari pendengar kita dengan pancingan dan disajikan dalam point yang jelas. Satu demi satu dengan transisi baik. Sampai selesai, kita semua butuh kesimpulan kuat. Banyak siswa mengakhiri pidatonya dengan”Ya sudah selesai” atau “sekian”. Mereka kehilangan kesempatan untuk meninggalkan pendengar mereka dengan pokok pikiran mereka.
Para psikolog telah menemukan bahwa hampir setiap informasi, mengingatkan seorang hal pertama dan terakhir dengan baik. Sehingga jika kita punya kesimpulan kuat, pendengar kita akan lebih mungkin mengingat pesan kita. Dalam informative pidato yang sederhana, kesimpulan dapat juga menjadi ringkasan cepat dari point utama. Ketika kita mencoba untuk membujuk pendengar kita. Kita dapat menyelesaikan dengan ajakn untuk bertindak, pendorong kita untuk melakukan sesuatu. (mungkin untuk ide kesepakatan membeli produk kita). Sama dengan pembukaan, kesimpulan dapat sebuah cerita atau lelucon untuk mengilustrasikan pesan kita.
Dengan pembukaan yang baik, pertengahan yang baikm dan akhir yang baik, sekarang kita berpotensi besar berpidato. Kenapa berepotenso ? karena kita masih harus masuk di depan orang dan berbicara! Disini banyak siswa membuat kesalahan besar. Mereka mencatat setiap kalimat mereka inginkan untuk berbicara dan menghafal seluruh kata naskah. Kemudian ketika mereka berbicara, jika mereka mengingat dengan baik, mereka tertengar seperti robot berbicara. Bukan menghafal semuanya, kita seharusnya hanya menghafal kata kunci dari naskah pidato kita. Itu tidak hanya lebih lebih mudah untuk mengingat semuanya, tapi kita juga akan terdengar jauh lebih alami ketika kita berbicara. Kita dapat menyesuaikan apa yang kita katakan saat kita mengamati reaksi penonton.
Banyak pembicara hebat, praktek pidato dengan suara keras. Beberapa bahkan mempersiapkan diri di depan cermin! Mencoba dan apakah itu membatu kita. Ketika kita berbicara formal. Kita mungkin akan memiliki batas waktu. Dalam hal in. kita harus praktek bepidato dengan alat waktu. Kita mungkin akan menemukan bahwa pidato kami siapkan membutuhkan waktu lebih dari yang kita miliki. Kita harus memotong hal-hal yang tidak begitu penting. Biasanya, jika kita berpikir tentang itu, beberapa ide yang kami pikir sangat penting pada awalnya, tidak benar-benar begitu penting setelah semuanya. Pastikan kita mengkomunikasikan pokok pikiran yang paling penting pertama. Dan memotong apapun.
Satu point terakhir : ketika waktunya dating untuk kita berbicara, kita mendapatkan rasa sedikit gugup. Itu normal, hampir setiap orang merasakan itu, satu hal yang biasa kita lakukan adalah menyadari bahwa tidak ada kesempurnaan. Semua orang membuat kesalahan/ jadi kita juga bisa melakukanya. Hanya melakukan yang terbaik. Hal-hal lain yang kita bisa kita lakukan adalah mengambil tiga nafas dalam-dalam. Menghirup membawa energy ke setiap bagian tubuh kita. Disaat menghembuskan membantu dan meredakan ketegangan.
Oke. ada yang kita miliki - dasar-dasar memberikan pidato yang baik. Ini tidak mudah. Tapi jika kita mengambil upaya dan melakukan hal-hal yang disebutkan dalam artikel ini. Kita pasti akan berhasil!


Bookmark and Share

Read more...

Bhs. Inggris Berbicara di depan umum II

Unit 2
Berbicara di depan umum (2)-bagaimana memberikan pidato benar
Kebanyakan kesuksesan semua seorang di dunia sangat baik “berbicara di depan umum”. Mereka mengerti bagaimana untuk berdiri di depan orang banyak dan memberikan “pidato formal”. Mereka mengerti bagaimana untuk menggerakan orang, bagaimana caranya mendapatkan mereka untuk mengambil tindakan. Itu tidak mudah untuk melakukannya, tapi kita dapat mempelajari dasar berbicara depan umum dalam bagian ini.
Untuk berbicara baik, kita butuh untuk memulai dengan dua hal. Pertama, kita harus mempunyai tujuan jelas. Kita harus sangat yakin tentang apa yang kita inginkan untuk berkomunikasi. Kedua, kita harus mengetahui siapa audiens kita. Ketika kita mengetahui siapa audiens kita. Kita dapat menemukan cara yang baik untuk berkomunikasi pesan kita kepada mereka. Kita tidak harus berbicara kepada kelompok pengusaha cara sama kita akan berbicara kepada kelompok siswa.
Ketika kita akan memperjelas tentang tujuan kita dan mempunyai beberapa pokok pikiran siapa yang kita inginkan untuk berkomunikasi pesan, kita dapat memulai menjadi lebih spesifik. Supaya berhasil kebanyakan orang membutuhkan waktu luang untuk mempersiapkan pidato mereka. Beberapa khusus pendengar dapat berbicara tanpa rencana pasti. Tapi untuk hampir semua kita. Perencanaan mutlak adalah mutlak. Rencana kita harus mencakup setiap titik penting yang kita inginkan untuk audience kita. Kita dapat memulai buat daftar sesiap hal yang ingin kita bicarakan.
Kita dapat membayangkan berbicara hanya untuk satu orang, yang memiliki percakapan normal. Apa yang akan kita katakan kepada orang untuk menyampaikan pesan kita?
Mencatat setiap hal pokok pikiran penting sampai kita yakin kita memiliki segalanya.
Ketika kita mempunyai daftar, semua hal yang kita inginkan untuk berbicara, kita kemudian dapat mengatur pembicaran kita. Ketika kita memiliki percakapan normal, kita dapat melompat dari satu pokok pikiran ke ide lainya. Dalam percakapan, pendengar kita dapat meberhentikan kita dan mengajukan pertanyaan, atau kita dapat melihat diwajah mereka jika kita tidak dikomunikasikan dengan jelas. Dalam percakapan formal, bagaimanapun kita harus mengantisipasi setiap kemungkinan masalah. Cara untuk mengatasi hilang komunikasi adalah berbicara satu ide pada suatu waktu. Sementara perencanaan, pada waktu mengambil ide masing-masing dan menuliskan contoh yang spesifik untuk menunjukan keyakinan yang kita maksud.
Setelah kita sudah mencatat contoh atau penjalasan pada suatu titik point kita, kita dapat berpikir tentang bagaiman berkomunikasi dengan mereka. Pendengar kita harus berkonsentrasi untuk waktu lama. Mendapatkan semua pokok pikiran kami sangat melelahkan. Dengan membuat transisi jelas dari satu pokok pikiran ke selanjutnya. Kami akan memberi pertolongan kepada pendengar kita, dan pastikan mereka benar-benar mengerti pesan kita.

Apa yang dimaksud dengan transisi yang baik? Setiap kalimat atau ungkapan akan menunjukan bahwa kita akan bergerak kesesuatu yang baru. Sebagai contoh, kita dapat menggunakan transisi dalam artikel ini. Saya mulai dari paraghrap ketiga artikel ini “ ketika kita jelas tentang tujuan kita”, yang menghubungkan paragraph ketiga dengan yang kedua. Setelah berbicara tentang daftar pokok pikiran didalam paragraph ketiga. Saya mulai paraghraf keempat dengan “ketika kita menyusun daftar”, jadi kita dapat menghubungkan lagi.
Sekarang kita harus memiliki daftar item yang kita inginkan untuk berkomunikasi, dengan contoh – contoh spesifikasi dan penjelasan. Selan itu kita tahu bagaimana kita ingin menghubungkan masing-masing pokok pikiran sehingga kita dapat bergerak lancar saat berbicara. Berikutnya kita butuh berpikir untuk perkenalan yang baik. Pembukaan pidato akan baik mendapatkan perhatian dari pendengar kita atau membuat mereka mengantuk. Untuk mendapatkan perhatian orang, kita butuh untuk memulai dengan “pancingan”. Pancingan dapat menjadi pertanyaan sederhana. Atau dapat membuat mereka berfikir tentang apa yang akan kita katakana selanjutnya. Jenis lain pancingan.
Jadi setelah kita mendapatan perhatian dari pendengar kita dengan pancingan dan disajikan dalam point yang jelas. Satu demi satu dengan transisi baik. Sampai selesai, kita semua butuh kesimpulan kuat. Banyak siswa mengakhiri pidatonya dengan”Ya sudah selesai” atau “sekian”. Mereka kehilangan kesempatan untuk meninggalkan pendengar mereka dengan pokok pikiran mereka.
Para psikolog telah menemukan bahwa hampir setiap informasi, mengingatkan seorang hal pertama dan terakhir dengan baik. Sehingga jika kita punya kesimpulan kuat, pendengar kita akan lebih mungkin mengingat pesan kita. Dalam informative pidato yang sederhana, kesimpulan dapat juga menjadi ringkasan cepat dari point utama. Ketika kita mencoba untuk membujuk pendengar kita. Kita dapat menyelesaikan dengan ajakn untuk bertindak, pendorong kita untuk melakukan sesuatu. (mungkin untuk ide kesepakatan membeli produk kita). Sama dengan pembukaan, kesimpulan dapat sebuah cerita atau lelucon untuk mengilustrasikan pesan kita.
Dengan pembukaan yang baik, pertengahan yang baikm dan akhir yang baik, sekarang kita berpotensi besar berpidato. Kenapa berepotenso ? karena kita masih harus masuk di depan orang dan berbicara! Disini banyak siswa membuat kesalahan besar. Mereka mencatat setiap kalimat mereka inginkan untuk berbicara dan menghafal seluruh kata naskah. Kemudian ketika mereka berbicara, jika mereka mengingat dengan baik, mereka tertengar seperti robot berbicara. Bukan menghafal semuanya, kita seharusnya hanya menghafal kata kunci dari naskah pidato kita. Itu tidak hanya lebih lebih mudah untuk mengingat semuanya, tapi kita juga akan terdengar jauh lebih alami ketika kita berbicara. Kita dapat menyesuaikan apa yang kita katakan saat kita mengamati reaksi penonton.
Banyak pembicara hebat, praktek pidato dengan suara keras. Beberapa bahkan mempersiapkan diri di depan cermin! Mencoba dan apakah itu membatu kita. Ketika kita berbicara formal. Kita mungkin akan memiliki batas waktu. Dalam hal in. kita harus praktek bepidato dengan alat waktu. Kita mungkin akan menemukan bahwa pidato kami siapkan membutuhkan waktu lebih dari yang kita miliki. Kita harus memotong hal-hal yang tidak begitu penting. Biasanya, jika kita berpikir tentang itu, beberapa ide yang kami pikir sangat penting pada awalnya, tidak benar-benar begitu penting setelah semuanya. Pastikan kita mengkomunikasikan pokok pikiran yang paling penting pertama. Dan memotong apapun.
Satu point terakhir : ketika waktunya dating untuk kita berbicara, kita mendapatkan rasa sedikit gugup. Itu normal, hampir setiap orang merasakan itu, satu hal yang biasa kita lakukan adalah menyadari bahwa tidak ada kesempurnaan. Semua orang membuat kesalahan/ jadi kita juga bisa melakukanya. Hanya melakukan yang terbaik. Hal-hal lain yang kita bisa kita lakukan adalah mengambil tiga nafas dalam-dalam. Menghirup membawa energy ke setiap bagian tubuh kita. Disaat menghembuskan membantu dan meredakan ketegangan.
Oke. ada yang kita miliki - dasar-dasar memberikan pidato yang baik. Ini tidak mudah. Tapi jika kita mengambil upaya dan melakukan hal-hal yang disebutkan dalam artikel ini. Kita pasti akan berhasil!


Bookmark and Share

Read more...

Unit 1 Berbicara di depan Umum (1)

Berbicara di depan umum (1)
Sebuah presentasi merupakan pembicaraan formal untuk satu atau lebih orang yang menyajikan pokok pikiran atau informasi secara jelas dan secara struktur. Seseorang kadang-kadang takut berbicara di depan umum, tapi jika kita mengikuti beberapa aturan sederhana, memberikan presentasi sangatlah mudah. Hal ini menuntun kita melalui setiap tahap memberikan presentasi dalam bahasa inggris, dari persiapan awal untuk kesimpulan dan pertanyaan untuk jawaban. Pedoman ini sendiri ditetapkan seperti presentasi kecil. Kita bisa mengikuti secara logis dari awal pengenalan dan kemudian pengembangan hingga akhir.
1. Fokus pada isi
Pikirkan secara mendalam tentang pesan yang ingin kami kirimkan ke audien kita. Ketika klita persiapan, paling waktu kita harus digunakan untuk kerajinan pesan ini. Bahkan jika gaya berbicara kita terlihat aneh, kita akan berhasil jika pesan kita tepat.

2. Memiliki pembukaan dan kesimpulan yang kuat.
Sebuah pembukaan yang menarik menggunakan pertanyaan. Statistik yang menarik akan membuat penonton bertanya-tanya apa yang berikutnya. Sebuah kesimpulan yang kuat akan akan memastikan audiens ingat akan pesan kita.
3. Mengingat kata kunci,buka pidato utuh.
Seseorang yang mencoba untuk menghafal seluruh pidato mereka. Kata demi kata terlihat merasa canggung dan tidak nyaman. Yang lebih buruk jika mereka lupa sesuatu, mereka hilang dan terlihat tidak profesional. Seballiknya, hanya ingat 5 atau enam kata kunci dan isi dalam kalimat yang kita pergi.
4. Persiapan dengan waktu.
Guru joe mempersiapkan pidato-pidatonya kemanapun dia pergi- dalam perjalanan untuk bekerja, selama istirahat, sambil duduk di toilet. Untuk memastikan dia tidak akan membuang-buang waktu pendengaranya, dia selalu menggunakan stopwatch. Dengan waktu mereka sendiri, kita dapat memotong bagian yang tidak perlu dari pembicaraan kita dan benar-benar menyempurnakan pesan kita.(lihat nomer satu diatas)
5. Menggunakan cerita.
Cerita adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk berkomunikasi. Cerita membantu audien kita mendengarkan dengan seksama dan mengingat pesan kita lebih baik. Kita tidak butuh panjang, cerita komplek. Perintiwa sederhana dari pengalaman kita sendiri merupakan cara terbaik untuk memperlihatkan apa yang kita maksud.

6. Berbicara dengan ekspresi
Sekolah dan lingkungan kerja mendorong kita untuk menggunakan logika otak kiri, tapi kebanyakan orang membuat kepastian menggunakan imajinatif otak kanan mereka. Ketika kita menarik pehatian emosi orang banyak, kita menggapai mereka dengan cara yang fakta dan jarang yang melakukanya.
7. Santai.
Ambil beberapa pernafasan dalam-dalam sebelum kita berbicara dan tetap menjaga tubuh kita tegap dan santai selama kita presentasi. Hanya menggunakan gerakan atau gerakan tubuh ketika mereka benar-benar memperhatikan apa yang kita sampaikan. Dengan beberapa pengalaman. Kita akan dapat menambahkan beberapa “bahasa tubuh” tetapi yang utama tetap sederhana.
8. Berbicara perlahan
Ketika kita berbicara perlahan. kita memiliki lebih banyak waktu untuk berpikir tentang apa yang ingin kita katakan dan bagaimana kita dapat beradaptasi pesan kita ke khalayak audien. Audien juga akan lebih mungkin untuk mengingat apa yang kita sampaikan, yang setelah semua, tujuan kita.
9. Merekam sendiri dengan video tipe
Guru joe sering membuat sebelum dan sesudah video siswanya. Mereka selalu kaget to memperlihatkan presentasi pertama mereka tapi sangat menyenangkan terkejut dalam presentasi nanti. Dari pada hanya mengatakan “praktek buat kesempurnaan”.
10. Gabung toastmasters
Gutu joe bergabung toastmasters pada tahun 2003 dan berubah mengubah hidupnya. Toastmasters memiliki rencana besar, dan kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar tidak hanya berbicara dan menerima evaluasi, tapi juga belajar untuk memberika evaluasi diri kita sendiri!


Bookmark and Share

Read more...